Baiklah aku tau aku tidak pernah bisa benar-benar marah padamu, bahkan untuk semua yang udah kamu lakukan bagiku kamu adalah sebuah tempat yang pernah menyejukkan perjalanan ku. Kamu pun tau itu bagaimana aku tertawa lepas saat bersamamu hahaha nafasku seperti sangat lega tak ada yang membuat nya sesak. Setiap hari aku ingin cepat bertemu walau aku tau hidupku bukan hanya untukmu saja aku punya keluarga, sahabat, dan teman kerja. Tapi setelah kamu datang kamu sudah seperti menyatu dalam semua itu. Mungkin itu hanya dirasakan olehku tidak denganmu. Aku tak pernah menyatu pada dirimu seutuhnya, begitu kalimat terakhir yang kamu ucapkan.
Aku melakukan banyak perjalanan tanpamu aku mencoba mencari ruang agar kamu tak hadir di hidupku, aku salah kamu seketika hadir difikiranku seketika itu bahkan hampir di setiap hari. Di meja kerja ku, disaat main dengan temanku bahkan disaat aku masuk ke dalam kamar tidurku. Yaa tempat ini paling aku tidak suka, jika terus disana rasanya seperti sedang bersama mu.
Sudah berhari-hari, Minggu pun berlalu dan akhirnya tahun berganti. Seperti biasa pergi kerja kemudian ke kampus atau pergi bersama sama teman. Yaa aku banyak pergi ke tempat yang seharusnya bersamamu, hahahaha aku masih saja berfikir seperti itu. Kenyataan nya kamu sedang bahagia dengan disana, oke aku juga sudah bahagia jika bersama kamu *lol* kalimat macam apa ini terus berkeliaran di fikiranku.
Aku bosan hari-hari ku tak ada warnanya tanpamu, padahal beberapa juga ada yang ingin mewarnai jalan ku tapi begitulah aku yang sangat sibuk dan terlalu sibuk memikirkan kamu. Aku teringat kata yang pernah diucapkan oleh guru kimia sewaktu di SMA "perjalanan itu memang membosankan apalagi jika setiap hari kita lalui, makanya cari jalan lain agar bertemu tantangan batu untuk fikiranmu menyelesaikan nya"
Aku pe
