Jumat, 03 Agustus 2018

Perjalanan apa ini, aku harus berhenti di halte bis

Pagi itu.... Iya aku benar-benar bosan dengan rutinitasku pusing dengan jalanan ibukota yang hampir setiap hari ku lalui dengan perjalanan dan kendaraan yang sama. Ingin rasanya teriak dengan kekesalanku dan rasa bosan yang akhir-akhir ini membuatku lelah. Ya begitulah setelah kamu pergi dan memilih kembali ke jalan yg dulu pernah kamu lalui bersamanya, meninggalkan ku sendiri lagi di jalan ini. Jalan apa ini aku sangat merasa asing dengan jalanku sendiri padahal sebelum bertemu denganmu aku pun sendiri, harusnya bukan menjadi hal yang aneh untuk aku lalui saat ini HAHAHA. Tertawa dan terus tertawa melalui semuanya, aku benci harus melewati ini. Aku tau tak ada yang menarik jika kamu terus bersama ku, yaa begitulah aku orang yang sangat membosankan untuk mu, seharusnya aku tak membuatmu merasa seperti itu tidak aku salah aku hanya tak bisa menjadi dirinya menjadi seperti apa yang kamu mau seperti dirinya hahahaha kamu tahu dan tentunya sadar ini aku bukan dia yang selalu ada untukmu. Aku memang tak bisa menjadi dirinya biarlah mungkin kamu hanya belum memahami diriku dan aku hanya terlalu sayang padamu sampai apapun yang kamu lakukan adalah baik di fikiranku.
 Baiklah aku tau aku tidak pernah bisa benar-benar marah padamu, bahkan untuk semua yang udah kamu lakukan bagiku kamu adalah sebuah tempat yang pernah menyejukkan perjalanan ku. Kamu pun tau itu bagaimana aku tertawa lepas saat bersamamu hahaha nafasku seperti sangat lega tak ada yang membuat nya sesak. Setiap hari aku ingin cepat bertemu walau aku tau hidupku bukan hanya untukmu saja aku punya keluarga, sahabat, dan teman kerja. Tapi setelah kamu datang kamu sudah seperti menyatu dalam semua itu. Mungkin itu hanya dirasakan olehku tidak denganmu. Aku tak pernah menyatu pada dirimu seutuhnya, begitu kalimat terakhir yang kamu ucapkan.
 Aku melakukan banyak perjalanan tanpamu aku mencoba mencari ruang agar kamu tak hadir di hidupku, aku salah kamu seketika hadir difikiranku seketika itu bahkan hampir di setiap hari. Di meja kerja ku, disaat main dengan temanku bahkan disaat aku masuk ke dalam kamar tidurku. Yaa tempat ini paling aku tidak suka, jika terus disana rasanya seperti sedang bersama mu.
 Sudah berhari-hari, Minggu pun berlalu dan akhirnya tahun berganti. Seperti biasa pergi kerja kemudian ke kampus atau pergi bersama sama teman. Yaa aku banyak pergi ke tempat yang seharusnya bersamamu, hahahaha aku masih saja berfikir seperti itu. Kenyataan nya kamu sedang bahagia dengan disana, oke aku juga sudah bahagia jika bersama kamu *lol* kalimat macam apa ini terus berkeliaran di fikiranku.
 Aku bosan hari-hari ku tak ada warnanya tanpamu, padahal beberapa juga ada yang ingin mewarnai jalan ku tapi begitulah aku yang sangat sibuk dan terlalu sibuk memikirkan kamu. Aku teringat kata yang pernah diucapkan oleh guru kimia sewaktu di SMA "perjalanan itu memang membosankan apalagi jika setiap hari kita lalui, makanya cari jalan lain agar bertemu tantangan batu untuk fikiranmu menyelesaikan nya"
Aku pe


Tidak ada komentar:

Posting Komentar